Powered By Blogger

Sabtu, 27 Februari 2010

saya bersedia melakukan apapun yang bapak mau

February 24, 2010 at 9:53 pm | cerita lucu, humor lucu, humor pendidikan
- Posted by penjaga gudang

Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.
“Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian….”, ujarnya sambil melirik genit.
Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkab rambutnya, menatap matanya penuh arti. “Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya…” bisiknya, “Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau…”
Dosen muda tadi membalas tatapannya, “Apapun?”
“Apapun!”, jawab sang mahasiswi secepatnya.
Suara dosen itu melembut, “Apapun?”
“Apapun….”
Akhirnya Pak dosen berbisik, “Maukah kamu……… belajar?”

Resep Coklat puding

Bahan :

* 100 gr Coklat bubuk
* 1 1/2 ltr Susu segar
* 200 gr Gula pasir
* 2 bungkus Agar - agar bubuk putih
* 4 btr Kuning telur (kocok)

Cara Membuat :

* Larutkan coklat bubuk dengan sedikit susu.
* Masak sisa susu bersama dengan gula pasir dan agar - agar bubuk.
* Tambahkan larutan coklat kedalamnya, masak hingga mendidih.
* Ambil sedikit adonan susu tersebut dan tuang kedalam kocokan telur, aduk rata.
* Tuangkan kembali kedalam adonan susu, rebus hingga mendidih.
* Angkat dan aduk - aduk hingga uapnya hilang.
* Tuangkan kedalam cetakan yang sudah dibasahi air.
* Biarkan hingga mengeras, simpan dalam lemari pendingin.
* Sajikan puding dalam keadaan dingin..

Tips menghadapi BROKEN HEART

Teman-teman dizaman yaang era globalisasi ini,zaman yang makin tambah edan ga karuan ini kata Broken heart mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar.
yah walaupun mungkin teman pernah mengalaminya yang rasanya begitu sakit seperti tercabik-cabik,teriris-iris sampai2 ingin rasanya menghapus nyawa kita..oOps tapi jangan sampai deh.Jangan sampai kita terbawa arus setan cuma gara-gara masalah yang mungkin kalau dipikir-pikir ga ada pentingnya.
tenang aja disini saya akan membahas,mengelupas dengan tajam bagaimana cara atau tips-tips menghadapi kejamnya,perihnya,sakitnya BroKeN HeArT..........

1. Curhat. sebaiknya kita mencari teman curhat yang lawan jenis,karena itu lebih bisa memberikan kenyamanan lebih.
2. Anggap kejadian itu ga pernah terjadi
3. Mencoba mencintai orang lain
4. Jangan sering memikirkan masa lalu atau kenangan-kenangan indah bersama
5. Jika masih pelajar,mulailah menyadari bahwa cinta di usia pelajar tidak lah terlalu penting.Dan yang harus dipikirkan saat ini adalah membahgiakan kedua orang tua kita dengan belajar tekun
6. Refreshing dengan mencari tempat-tempat wisata alam atau paling nggak kita bisa prgi ke taman dekat dengan rumah kita.
7. Sering-sering berkumpul dengan keluarga
8. kalu ketemu atau berpas-pasan dngan dia pasang muka manis,kalau bisa semanis mungkn.Sehingga dia mengira kalau kita tidak memikirkannya sampai berlarut-larut.
9. Menjadi diri kita apa adanya dan jangan mudah termakan atau percaya dengan kata-kata saat kita berpacaran.
10.Jangan terlalu mencintai seseoraang yang belum menikah dengan kita.
11.Jangan terlalu berharap
12.dekatkan diri kita dengan Tuhan
tips-tips yang saya pilih ini berdasarkan pengalaman yang benar-benar pernah saya alami begitu juga deengan pengalaman-pengalaman teman-teman saya yang telah mencurahkan isi hatinya kepada saya,

Selamat mencoba.SEMOGA BERMANFAAT.;-)
“Untuk apa belajar Matematika?”



Pertanyaan tersebut lumayan sering muncul ketika beberapa orang dianjurkan dengan paksa ataupun tidak paksa untuk belajar Matematika. Tidak tahu apakah pertanyaan itu muncul sebagai wujud nyata dari ke-kritis-an seseorang atau justru muncul sebagai refleksi atas ke-apatis-an seseorang terhadap Matematika?
Pertanyaan tersebut lumayan sering saya dengar sejak dulu, tetapi sepertinya saya pribadi tidak pernah mengajukan pertanyaan tersebut mungkin karena kepasrahan dan kekurangkritisan saya. Menurut pengalaman pribadi ditambah penuturan beberapa teman, pertanyaan tersebut diungkapkan mulai dari anak kecil (SD) sampai mahasiswa. Pertanyaan tersebut kelihatannya cukup sepélé tapi lumayan sulit untuk dijawab, kecuali kalau kita menjawabnya dengan prinsip “pokoknya…”.
Berikut ini beberapa contoh jawaban ngawur atas pertanyaan tersebut:
1. Ketika Tita (seorang anak SD kelas 1) bertanya “Untuk apa sich belajar Matematika?”
Mungkin bisa dijawab dengan singkat, “Supaya kamu bisa menghitung banyaknya kue yang kamu miliki dan juga bisa membaginya dengan adil untuk kakak dan adik”
2. Bagaimana kalau pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seorang anak SMP?
Jawab saja dengan “Karena nanti di SMA (kalau melanjutkan sekolah) kalian juga akan belajar Matematika.”
3. Untuk anak SMA kita bisa memberikan jawaban untuk membuktikan dan menurunkan beberapa rumus Fisika kita membutuhkan Matematika. *Halah…jawaban macam apa ini*
4. Yang terakhir ini benar-benar pengalaman pribadi saya yang terbaru tentang pertanyaan tersebut.
Sekitar 1 tahun yang lalu saya ditanya oleh seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Keolahragaan yang harus menempuh satu mata kuliah wajib yang katanya menyebalkan, yaitu Matematika Dasar. Dia tanya “Untuk apa sih belajar Matematika segala? Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”.
Jujur saja saya tidak kaget dengan pertanyaan “Untuk apa sih belajar Matematika segala?” tetapi saya lumayan kaget dengan pertanyaan lanjutannya; “Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”. Pertanyaan lanjutan tersebut sebenarnya sudah menunjukkan kalau dia tahu Matematika di dalam ilmu keolahragaan tetapi tentu saja hal tersebut bukan merupakan aplikasi nyata dan realistis Matematika dalam ilmu keolahragaan. Terus terang waktu itu saya tidak mau berdebat panjang lebar tentang kegunaan Matematika bagi dia karena menurut saya dia juga benar. Waktu itu saya langsung memberi jawaban “Ya kamu benar. Mungkin kamu memang tidak butuh ilmu Matematikanya untuk disiplin ilmu keolahragaanmu, tetapi ingat kamu sangat membutuhkan nilai mata kuliah Matematika tersebut. Seandainya kamu tidak lulus mata kuliah Matematika, niscaya kamu tidak akan bisa menempuh ujian skripsi…apalagi lulus jadi Sarjana Olahraga.”.
Tidak tahu dia puas atau tidak dengan jawaban ngawur saya tersebut tapi yang jelas dia langsung diam dan menurut kabar yang saya terima dia dapat lulus mata kuliah Matematika Dasar dengan nilai yang memuaskan, tentu saja nilai yang dia dapat tidak ada kaitannya dengan jawaban saya waktu itu.
Tapi apakah sesimpel itu jawaban-jawaban untuk pertanyaan “Untuk apa belajar Matematika?”
Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika, geometri, aljabar dll sehingga kalau mau sok idealis tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:
1. Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk.
2. Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
3. Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.
4. Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.
5. Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.
Itulah beberapa manfaat belajar Matematika jika ditinjau dari sudut pandang “sok dalil”, sehingga tentu saja masih banyak yang ngéyél “Untuk apa anak STM belajar tentang diferensial dan integral?”
Jadi sekali lagi, “Untuk apa susah-susah belajar Matematika?”




(Ditulis dalam antara MATEMATIKA atau KEHIDUPAN...)
sumber: gooogle